Mengubah Image Buruk tentang TikTok, Husain Hasyaiban Berbagi Konten Dakwah Melalui TikTok
Dimasa pandemi Coovid-19 saat ini, Tiktok menjadi
ramai dipakai oleh banyak kalangan. Awalnya aplikasi ini pernah diblokir oleh
kominfo karena dinilai banyak berisi konten tidak mendidik. Hal tersebut
dirubah oleh beberapa content creator untuk
membagikan ilmu-ilmu bermanfaat dengan video singkat melalui Tiktok. Hal
tersebut tentu dimanfaatkan para individu content
creator karena kepopuleran Tiktok yang bisa menunjang eksistensi mereka tak
terkecuali pendakwah-pendakwah agama saat ini. Salah satu individual content creator yang membagikan
konten-konten dakwah Islam yang kini terkenal di Tiktok adalah Husain Basyaiban
(@basyaman00). Husain adalah remaja berumur 21 tahun yang lahir pada tahun 1999
di Bangkalan, Madura. Husain merupakan mahasiswa dari UIN Surabaya yang
beragama Islam.
Dalam
akun Tiktoknya Husain dikenal karena konten dakwahnya yang menyegarkan dan
kekinian, hal tersebut membuat kontennya diminati berbagai kalangan terutama
kaum muda. Ia juga sering mengedukasi mengenai ajaran-ajaran Islam melalui akun
Tiktoknya tersebut. Dalam mengemas kontennya, biasanya ia membuat video-video
singkat atau series dengan dasar pengetahuan yang bersumber dari ajaran kitab
Al-Qurán sehingga apa yang ia bagikan tidaklah sembarangan. Ia juga sering
menjawab pertanyaan-pertanyaan penonton videonya secara langsung dengan
menjelaskan melalui penjelasan berupa video.
Dalam setiap kontennya, Husain membuat
konten-kontennya terlihat personal dan relevan terhadap pengikut-pengikutnya.
Biasanya ia membahas isu-isu yang sedang dialami oleh kebanyakan orang terutama
pengikutnya. Misalnya saja ia sering membahas mengenai hukum berpacaran dalam
islam, yang dimana isu tersebut sering jadi perbincangan dikalangan muda.
Konten-konten Husain juga selalu ramai penonton, penyuka, dan komentar karena
dapat dilihat konten yang ia buat selalu menarik perhatian karena selalu
bernilai dan memiliki banyak informasi yang ingin diketahui audiensnya. Husain
juga rutin memposting konten-kontennya sehingga audiens maupun pengikutnya
terus bertambah seiring berjalannya waktu. Tak hanya rutin membuat konten di
Tiktok, Husain juga sering memposting video dakwahnya ke akun Instagramnya
yaitu @basyaman.
Berbeda dengan konten dakwah lainnya yang biasanya menggunakan bahasa yang berat, konten-konten dari Husain menarik perhatian audiensnya karena ia membuat konten-konten dengan kalimat atau gaya bahasa yang kekinian dan bahasa sehari-hari namun tetap mengutamakan isi dakwahnya sehingga cocok dengan penontonnya yang kebanyakan adalah kaum muda. Disetiap konten dakwahnya, ia selalu menggunakan sumber-sumber informasi yang bisa dipercaya seperti Al-Qurán dan kitab-kitab serta hadist sehingga isi dari kontennya berdasar sumber terpercaya.
Dalam menjalankan karirnya sebagai pendakwah online, Husain terlihat mampu mengelola
kontennya dengan baik. Hal itu dinilai berdasarkan teori menurut Karen Freberg
dalam bukunya yang berjudul Social Media
for Strategic Communication yang membahas mengenai pengelolaan konten,
dimana menurutnya cara terbaik dalam mengelola konten adalah dengan melakukan
hal-hal berikut:
1.
Membuat konten
menjadi hal personal untuk audiens. Sampaikan pada audiens mengapa konten
tersebut dibagikan. Hal ini membantu content
creator membangun cerita yang membuat audiens berpikir konten tersebut
relevan dengannya. Misalnya, Husain sering membuat konten-konten yang membahas
mengenai isu-isu yang terjadi di kalangan muda seperti berpacaran, hukum
mendoakan orang yang dikagumi, dan sebagainya.
2.
Audiens akan
tertarik dengan konten yang bernilai. Content
creator perlu untuk bisa menentukan informasi seperti apa yang dibutuhkan
audiensnya, dengan itu akan memudahkan mereka untuk mencari ide dan membagikan
konten tersebut kepada audiens. Berhubung Husain dikenal sebagai pemuda
milenial yang membagikan konten-konten dakwah, ia memahami betul bahwa
audiensnya menginginkan konten yang bernilai agama dan didasari dengan
pemahaman dari Al-Qurán bahkan untuk isu-isu ringan sekalipun.
3. Pengelolaan konten tidak seharusnya menghabiskan banyak waktu, namun harus menjadi rutinitas sehari-hari bagi para content creator. Mencari, menemukan, dan membagikan konten yang relevan untuk audiens tidak seharusnya menjadi pekerjaan penuh seorang content creator melainkan harus menjadi bagian dari dirinya. Content creator hanya perlu meluangkan sedikit waktu dalam sehari untuk mencari ide yang bagus bagi audiensnya. Misalnya, Husein membuat konten-kontennya dengan melakukan sesi tanya-jawab.
Jika dianalisis lebih jauh lagi, dalam mendistribusikan kontennya Husain Basyaiban tidak hanya menggunakan TikTok sebagai media penyebarannya, ia juga mengguanakan Instagramnya demi meningkatkan keuntungan dan mencapai audience yang lebih banyak.
1. Own Media
Own media adalah bentuk media dimana konten yang
dipublikasikan diatur oleh pemilik utama tanpa adanya pengaruh dari pihak lain.
Husain Basyaiban memanfaatkan owner media secara optimal melihat saat ini
akun-akun pribadinya memiliki banyak pengikut dan penonton videonya. Di
aplikasi TikTok, Husain diikuti oleh 2,5 juta pengikut saat ini dengan penonton
video rata-rata diatas 100 ribu jumlah ditonton bahkan tak jarang mencapai
jutaan kali ditonton. Jumlah likes, share,
comments dari video-videonyapun rata-rata diatas 100 ribu likes dan ribuan share dan comments. Tak
jauh berbeda dengan akun TikTok-nya, akun Instagram dari Husain Basyaiban juga
memiliki cukup banyak audiensnya. Instagram dengan nama pengguna @basyasman
tersebut memiliki 601 ribu pengikut. Husain menggunakan Instagram dengan cukup
optimal sebagai owned media, ia sering memposting video-video dakwah singkatnya
di Instagram. Video-videonya pun sering mendapatkan ribuan likes dan ratusan komentar, hal tersebut memperlihatkan bahwa
akunnya digunakan secara optimal.
Dengan
mengoptimalkan own media Husain di berbagai media sosial, ia bisa meningkatkan
jumlah audiens sesuai dengan target dan karakteristik yang dikelompokan dengan
platform digital sehingga jangkauan audiensnya menjadi lebih jauh lagi.
2. Earned Media
Earned media merupakan keadaan dimana konten dipublikasikan atau disebarkan oleh pihak ketiga, bukan pemilik utama konten tersebut. Pihak ketiga tersebut bisa berupa influencer / individual content creator atau agensi tertentu sebagai bentuk pernyataan pendapat tentang suatu produk atau jasa. Earned Media memberi pengaruh positif untuk memperluas jangkauan konten dan menambah kredibilitas dengan terlibatnya pihak ketiga karena dianggap lebih objektif.
Dalam
penyebaran kontennya, Husain sejauh ini terlihat tidak menggunakan konsep
earned media yang mana earned media memberikan keuntungan pada pihak pertama
dan pihak ketiga. Namun, tak jarang saat ini banyak akun-akun pihak ketiga yang
menyebarkan ulang konten dari Husain Basyaiban di akun mereka, baik di
Instagram, Tik Tok, maupun YouTube.
Meskipun Husain dan pihak-pihak ketiga tersebut tidak bekerjasama, namun
kegiatan tersebut bisa menguntungkan Husain agar bisa dikenal lebih jauh.
3. Paid Media
Konsep
Paid media bekerja dengan cara adanya pembayaran pada platform dimana pemilik
konten ingin diletakkan kontennya pada platform tersebut. Dengan begitu, maka
konten-konten tersebut sudah pasti akan ditempatkan dan disebarkan pada target
sasar tertentu.
Jika dilihat kembali, Husain Basyaiban tidak melakukan pendistribusian konten melalui Paid Media. Hal tersebut tidak dilakukannya karena isi kontennya adalah dakwah-dakwah dimana Husain tidak mengharapkan keuntungan materi apapun. Tujuan utamanya adalah untuk membagikan dakwah-dakwah berupa ajakan melakukan hal-hal kebaikan dan menjauh dari hal-hal buruk.
Berdasarkan uraian dan analisis diatas, bisa dilihat bahwa Husain Basyaiban mengutamakan Owned Media sebagai kekuatan utamanya dalam menyebarkan konten-konten yang dimilikinya. Sehingga bisa disimpulan media yang paling efektif digunakan Husain Basyaiban adalah Owned Media. Dari berbagai patform yang dimiliki Husain Basyaiban, TikTok merupakan platform yang memiliki lebih banyak audiens dibanding Instagramnya. Kedua platform yang ia gunakan memberikan keuntungan untuk Husain Basyaiban mendapatkan audiens lebih banyak lagi.
Fakta
bahwa konten-konten Husain Basyaiban tidak menggunakan iklan dalam
penyebarannya, namun popularitas dan audiensnya cukup banyak membuktikan bahwa
Husain Basyaiban mengoptimalkan pendistribusian konten pada owned media yang ia miliki. Dengan
membuat konten-konten sedemikian rupa menggunakan own media, membuat audiensnya melakukan penyebaran konten Husain
Basyaiban dengan sendirinya sehingga jangkauan dari konten Husain Basyaiban
semakin meluas dengan sendirinya tanpa perlu banyak bekerjasama dengan pihak
ketiga.
Penulis : Siska Meliana (1502184432)
KM-42-MC 05

Komentar
Posting Komentar